PENGABDIANKU
Tidak pernah mudah
Memberi warna pada kain polos dengan bahan seadanya
Merenda perca-perca berserakan liar
Menyulam benang kusut yang tiada ujung
Merajut harapan yang kadang di luar nalar
Tidak akan pernah mudah
Menuntun tangan mungil di jalan penuh lumut
Melatih kaki-kaki telanjang pada kerikil-kerikil tajam
Mengejakan kalimat dengan benar di bibir mereka yang awam
Mengisi pikiran kosong mereka dengan kehidupan
Biarlah...
Meski negara menyebut kami sebagai beban
Meski banyak orang menyebut kerja kami sia-sia
Meski kebijakan dan aturan sebagai ajang permainan
Kami akan tetap berada di tengah-tengah generasi ini
Dengan ketulusan hati dan tekad diri
Walaupun semua ini tak akan mudah lagi
Sorong, 20 September 2025
Komentar
Posting Komentar