Dia Memang Anakmu



Pantai itu menyimpan kenangan

Jejak kakimu masih jelas segar

Meski ombak pantai berusaha menghapusnya
Ada senyum getir terbit di bibirmu
"Seandainya aku mampu,
akan kubelitkan setiap usiaku untukmu,
tanpa harus dibebani selaksa hati yang perih."
Rambut panjangmu tergerai
Dibelai angin senja yang nakal
Membuat tanganku cemburu dan gatal

Pantai itu menyimpan kenangan
Karena di situlah kisah kita berawal
Tanpa ujung, dan tanpa kepastian
Membiarkan aku terkapar tidak berdaya
Berusaha menghapus wajah sendumu
Yang senantiasa liar dalam kesendirianku
"Luh, aku siap melamarmu,
Apapun cemooh dan hina dari orang tuamu
Bagiku, tidak ada yang paling berharga,
selain dirimu...."
Kataku lirih, dan luruh dalam gelora ombak
Kau hanya menggeleng, tanpa senyum

Pantai itu menyimpan kenangan
Rentangan waktu yang ada banyak kita lalui di situ
Meski, semua tidak cukup membuatmu tinggal
Meski akhirnya aku pun menikahi gadis lain
Dan meski kau masih menganggap aku sebagai seorang lelaki-mu
"Biarlah aku mencintaimu dengan caraku.
Walau sudah ada gadis lain dalam hatimu
Tak akan tercabut akar rasa ini dari benakku."
Bisikmu lembut, membuatku terhempas
Bingung dengan ketidakberdayaanku

Pantai itu menyimpan kenangan.
Seorang gadis berlarian riang
Menghindari ombak yang menyentuh kaki mungilnya
"Dia anakmu, Mas.
Buah kenakalan kita di malam itu, tujuh tahun yang silam.
Aku bangga memilikinya.
Wajahnya mengingatkan aku padamu.
Aku hanya ingin pengakuanmu, sayang."
Membuatku tertunduk, tapi ada palu godam menyesak di dada.
Begitu absurdnya dirimu, Luh.
Mengapa kamu tidak pernah mengatakannya

Pantai itu menyimpan kenangan
Gadis itu menggenggam erat tanganku
"Ayah..., Hana hanya ingin minta ijin.
Akan menikah dengan Mas Jenardi.
Meski ayah tidak dapat menjadi waliku."
Lidahku kelu.
Istriku hanya tersenyum sambil membelai rambut gadis itu.
Sekian lama, tak setitik pun aku menanggung biaya hidupnya.
Begitu datang, hanya meminta ijin menikah.

Sorong, 23 September 2025
Teruntuk Galuh Rinasti Arumndalu

Komentar

Postingan Populer